Rahmad Darmawan bisa menurunkan pemain terbaik
Pelita Jaya dalam laga ini, termasuk Greg Nwokolo dan Safee Sali di
lini depan, serta Victor Igbonefo di lini belakang. Sementara Mario
Costas, Irsyad Aras maupun Fathurahman tidak bisa dimainkan pelatih
Persela Miroslav Janu.
Pelita menguasai mayoritas jalannya pertandingan di babak pertama lewat umpan-umpan pendek dari lini tengah. Sementara Persela kesulitan untuk menunjukkan bentuk permainannya.
Peluang pertama dibuat Pelita pada menit ke-10. Menusuk dari sayap kiri, Greg memberikan umpan datar kepada Alfarizi. Sayang, meski hanya berjarak dua meter dari mulut gawang, tendangan Alfarizi bisa diblok kiper Khoirul Huda.
Peluang beruntun didapat Pelita Jaya di menit ke-27. Greg Nwokolo berhasil mengecoh kiper lawan, namun tembakannya ke arah gawang masih bisa dihalau bek Persela. Bola muntah disambar Safee Sali dan mengarah ke pojok kanan bawah gawang Persela, tetapi tangan kiper Khoirul Huda masih bisa menepisnya dan memaksakan sepak pojok.
Pelita terus menekan pertahanan Persela di 15 menit terakhir pertandingan. Serangan bertubi-tubi yang digalang Tarkpor dari lini tengah masih belum dimanfaatkan dengan maksimal oleh Safee, Joko Sasongko maupun Greg Nwokolo.
Sebaliknya, upaya Persela untuk mencuri peluang lewat serangan balik terus-menerus kandas.
Pada masa injury time, Pelita Jaya mendapat tendangan bebas satu meter di luar kotak penalti. Eksekusi Greg masih menerpa tiang kanan gawang Persela. Namun satu menit kemudian, Greg benar-benar menggetarkan jala ‘Laskar Joko Tingkir’.
Melalui serangan balik cepat, Igbonefo di sisi kiri mengirimkan umpan ke tengah, kepada John Tarkpor. Bola kemudian diteruskan kepada Greg di depan kotak penalti. Setelah memutar badannya, Greg melepaskan tendangan yang membuat bola bersarang di sudut kiri bawah gawang Persela, mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk tim tuan rumah.
Hasil ini bertahan hingga turun minum.
Baru tiga menit babak kedua berjalan, Pelita kembali mengancam gawang Persela. Umpan pendek Alfarizi gagal dimanfaatkan Safee di dalam kotak penalti.
Tak banyak peluang yang diciptakan Persela hingga 15 menit babak kedua terlewati. Peluang terbaik didapat lewat sundulan Geri Setia, menyambut umpan silang, namun dapat dihalau bek Pelita.
Peluang terus dibuat ‘The Young Guns’. Umpan silang dari sayap kiri mampu ditanduk Greg, namun berhasil dihalau Golian sebelum melewati garis gawang.
Pada menit ke-90, Pelita mendapat peluang emas. Wardhana menerima umpan dari Greg di dalam kotak penalti tanpa kawalan, namun ia gagal menaklukkan Khoirul Huda. Keduudukan 1-0 untuk pelita tetap bertahan hingga laga usai.
Tambahan tiga poin membawa Pelita naik ke peringkat sembilan klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) dengan 20 poin dari 15 laga, memiliki poin yang sama dengan PSPS di tempat kedelapan dengan jumlah pertandingan dan selisih gol yang sama. Sementara Persela tetap di peringkat lima dengan 25 poin dari 15 laga.
Pelita menguasai mayoritas jalannya pertandingan di babak pertama lewat umpan-umpan pendek dari lini tengah. Sementara Persela kesulitan untuk menunjukkan bentuk permainannya.
Peluang pertama dibuat Pelita pada menit ke-10. Menusuk dari sayap kiri, Greg memberikan umpan datar kepada Alfarizi. Sayang, meski hanya berjarak dua meter dari mulut gawang, tendangan Alfarizi bisa diblok kiper Khoirul Huda.
Peluang beruntun didapat Pelita Jaya di menit ke-27. Greg Nwokolo berhasil mengecoh kiper lawan, namun tembakannya ke arah gawang masih bisa dihalau bek Persela. Bola muntah disambar Safee Sali dan mengarah ke pojok kanan bawah gawang Persela, tetapi tangan kiper Khoirul Huda masih bisa menepisnya dan memaksakan sepak pojok.
Pelita terus menekan pertahanan Persela di 15 menit terakhir pertandingan. Serangan bertubi-tubi yang digalang Tarkpor dari lini tengah masih belum dimanfaatkan dengan maksimal oleh Safee, Joko Sasongko maupun Greg Nwokolo.
Sebaliknya, upaya Persela untuk mencuri peluang lewat serangan balik terus-menerus kandas.
Pada masa injury time, Pelita Jaya mendapat tendangan bebas satu meter di luar kotak penalti. Eksekusi Greg masih menerpa tiang kanan gawang Persela. Namun satu menit kemudian, Greg benar-benar menggetarkan jala ‘Laskar Joko Tingkir’.
Melalui serangan balik cepat, Igbonefo di sisi kiri mengirimkan umpan ke tengah, kepada John Tarkpor. Bola kemudian diteruskan kepada Greg di depan kotak penalti. Setelah memutar badannya, Greg melepaskan tendangan yang membuat bola bersarang di sudut kiri bawah gawang Persela, mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk tim tuan rumah.
Hasil ini bertahan hingga turun minum.
Baru tiga menit babak kedua berjalan, Pelita kembali mengancam gawang Persela. Umpan pendek Alfarizi gagal dimanfaatkan Safee di dalam kotak penalti.
Tak banyak peluang yang diciptakan Persela hingga 15 menit babak kedua terlewati. Peluang terbaik didapat lewat sundulan Geri Setia, menyambut umpan silang, namun dapat dihalau bek Pelita.
Peluang terus dibuat ‘The Young Guns’. Umpan silang dari sayap kiri mampu ditanduk Greg, namun berhasil dihalau Golian sebelum melewati garis gawang.
Pada menit ke-90, Pelita mendapat peluang emas. Wardhana menerima umpan dari Greg di dalam kotak penalti tanpa kawalan, namun ia gagal menaklukkan Khoirul Huda. Keduudukan 1-0 untuk pelita tetap bertahan hingga laga usai.
Tambahan tiga poin membawa Pelita naik ke peringkat sembilan klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) dengan 20 poin dari 15 laga, memiliki poin yang sama dengan PSPS di tempat kedelapan dengan jumlah pertandingan dan selisih gol yang sama. Sementara Persela tetap di peringkat lima dengan 25 poin dari 15 laga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar